Plastik merupakan komoditas yang menjadi andalan bagi setiap Negara, tidak terkecuali Indonesia, dengan kemudahan, kepraktisan serta harganya yang murah seperti yang selalu kita jumpai setiap harinya seperti kantong plastic, kemasan botol air mineral, hingga ketika kita akan membeli nasi padang kebanggaan kita pun tak luput dari penggunaan kantong plastic untuk kemasannya jika akan dibawa pulang, tentunya kemasan plastic sangat memanjakan manusia selama ini hingga titik disaat sangat sulit bagi manusia untuk lepas dari plastic. Dibalik mudah dan praktisnya kemasan plastic terdapat pula dampak penggunaannya, plastic merupakan bahan anorganik yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai.
Bukti nyata plastic yang membutuhkan waktu sangat lama untuk bisa terurai adalah kemasan mie instan yang ditemukan disebuah pantai oleh pengguna twitter, dalam kemasan tersebut dapat dilihat bahwa sampah tersebut telah ada selama lebih dari 19 tahun dan belum juga terurai.
Sampah Plastik di Indonesia
Sampah plastic merupakan permasalahan yang sangat serius bagi seluruh provinsi yang ada di Indonesia, Tempat pembuangan sampah yang telah penuh bahkan overload menjadi perhatian utama dari berbagai provinsi di Indonesia, sampah yang tertumpuk tanpa dipilah, pengelolaan sampah yang jauh dari kata seimbang dengan pemasukan sampah setiap harinya memberikan dampak yang serius bagi lingkungan disekitar tempat pembuangan itu sendiri seperti air tanah yang tercemar, bibit penyakit yang dapat mencapai pemukiman warga dan bau tak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah.
Menurut Data Geotimes tahun 2016 yang
dilansir dari lingkunganhidup.co menyebutkan bahwa sampah di Jakarta mencapai
6.500 ton per hari dan 13% dari sampah tersebut adalah sampah plastik. Di Bali,
angkanya mencapai 10.725 ton per hari, sedangkan di Palembang, angkanya naik
tajam dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari. Sedangkan
kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 85.000 ton kantong
plastik. Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan ke-2 sebagai negara dengan
jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar di Dunia.
Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan
1. Mencemari
Air Tanah
Ketika
sampah plastik di tempat pembuangan sampah berinteraksi dengan air, akan
terbentuk bahan kimia berbahaya yang bisa meresap ke bawah tanah. Keadaan ini
juga akan menurunkan kualitas air.
2. Polusi Udara
Pembakaran
sampah plastic menghasilkan gas hasil pembakaran yang berbahaya bagi manusia
serta bagi lingkungan hidup, juga menyebabkan efek rumah kaca.
3. Pencemaran
Laut
Sampah plastic yang ada dilaut akan
terpecah oleh sinar matahari menjadi mikro plastic, mikroplastik inilah yang
nantinya dapat dikonsumsi oleh biota laut seperti ikan, udang, dan lain
sebagainya, sedangkan hasil lau seperti ikan dan udang juga akan kita konsumsi
sehingga mikroplastik tersebut akan berpindah kedalam tubuh kita.
Solusi Mengatasi Sampah Plastik
1.
Mengurangi Kemasan Plastik sekali pakai
Tas belanja adalah alternatif pilihan
yang sangat bagus untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, Sedotan
berbahan dasar stainless juga sangat efektif mengurangi sedotan plastic sekali
pakai.
2.
Memilah Sampah
Memilah sampah sebelum dibuang dan
ditampung didalam TPS akan membantu pengelolaan sampah agar berjalan lebih
cepat karena sampah yang telah dipilah sebelumnya akan langung diproses
3.
Mendaur Ulang
Mendaur ulang sampah khususnya plastik
menjadi jalan yang tepat mengurangi sampah, pasalnya sampah yang telah tidak
digunakan kembali dapat menghasilkan berbagai barang yang berguna.
Dibuat oleh : Nanda Firman Hadi/20307141059
























